Kenapa Industri Timah Penting bagi Dunia
Solder, pasokan yang terkonsentrasi, dan stok yang tipis.
Perekat dunia elektronik
Solder menyerap sekitar 50% permintaan timah dunia (Coface). Solder adalah sambungan logam antara chip, papan sirkuit, server, panel surya, dan kendaraan listrik. Permintaan tumbuh dari pusat data AI, panel surya, kendaraan listrik, dan pabrik ponsel (satu pejabat TINS menyebut ekspansi Foxconn di India sebagai pendorong). Asosiasi Timah Internasional memperkirakan permintaan naik hingga 40% pada 2030 (Crux Investor). Timah juga hanya sebagian kecil dari biaya sebuah perangkat, tetapi tanpa solder perangkat itu tidak bisa dirakit. Itu pengetahuan umum dan menurut saya alasan permintaannya tidak ikut turun ketika harga naik.
Pasokan terkonsentrasi dan sedang bermasalah
| Simpul pasokan | Peran | Kondisi 2026 |
|---|---|---|
| China | sekitar 50% produksi logam timah dunia | smelter bergantung impor bijih; tambang Yinman (sekitar 9,000 t per tahun, 3% pasokan dunia) berhenti total setelah kecelakaan |
| Indonesia | produsen terbesar kedua dan eksportir logam terbesar | ekspor turun 18% YoY dalam 8 bulan 2026, 1,000 tambang ilegal ditutup, izin RKAB ketat |
| Myanmar (Wa) | tambang Man Maw sekitar 70% output Myanmar, cadangan sekitar 15% dunia | ditutup sejak Agustus 2023, pulih pelan |
| Kongo (DRC) | tambang Bisie sekitar 6% produksi dunia | terganggu konflik M23, sempat ditutup Maret 2025 |
Kongo dan Myanmar bersama-sama sekitar 20% produksi bijih dunia dan 60% impor bijih China (Coface). Tiga pemasok utama (Kongo, Myanmar, Indonesia) terganggu bersamaan, jadi tidak ada cadangan yang menggantikan. Proyek baru yang berarti, menurut sumber yang sama, belum akan menambah pasokan sebelum 2028.
Neraca yang tipis dan persediaan hanya beberapa hari
Coface memperkirakan produksi logam naik 3% pada 2026 sementara permintaan naik 3.5%, sehingga pasar masuk defisit pertama sejak 2021. Persediaan di gudang London turun dari sekitar 8.8 ribu ton (Juni) ke sekitar 4.3 ribu ton (Oktober). Dengan permintaan dunia 179 ribu ton di semester I 2026 (data manajemen TINS), stok London itu hanya setara sekitar 4 hari konsumsi dunia (hitungan saya, belum termasuk stok Shanghai, pabrik, dan trader).
Harga dan ukuran pasar
Harga timah LME tiga bulan US$51,017 per ton pada 27 Oktober 2026, dibanding tembaga US$14,327. Rekor harganya sekitar US$57-59 ribu (sumber berbeda tanggal). Dengan permintaan sekitar 358 ribu ton per tahun (179 ribu dikali dua), nilai pasar timah sekitar US$18 miliar per tahun menurut hitungan saya. Itu sangat kecil dibanding logam industri lain, jadi uang spekulan dan satu kebijakan bisa menggerakkan harga jauh.
Peran Indonesia dan TINS
Indonesia adalah variabel yang paling bisa ditebak sekaligus paling mudah berubah: kebocoran penyelundupan bijih diperkirakan mencapai 12,000 ton per tahun menurut asosiasi eksportir. Penertiban membuat bijih masuk jalur resmi, dan pangsa TINS dalam ekspor nasional naik ke 56% dalam 8 bulan 2026 dari 34% sepanjang 2025 (IMA). Artinya laba TINS sekarang adalah taruhan pada tiga hal sekaligus: harga global, kebijakan Jakarta, dan pulihnya pesaing di Myanmar dan Kongo.
Sumber data
- Coface: pasar timah global
- Crux Investor: pasokan Myanmar dan defisit
- Rikopedia: tambang Yinman dan stok bursa
- EBC: Man Maw dan cadangan Myanmar
- Discovery Alert: tambang Bisie
- Kontan: harga timah dan tembaga, 27 Oktober 2026
- Kontan: stok bursa London
- IMA: pangsa ekspor TINS
- Investortrust: kebocoran bijih
Sebagian angka adalah hitungan penulis dari data sekunder. Tulisan ini bukan ajakan membeli atau menjual saham.